AWAL   |   MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS   |   PROGRAM KAMPANYE  |   KAMU JUGA BISA   |   PROFIL


Masukkin e-mail kamu supaya ngga ketinggalan berita kampanye Mutlak 2015!
 


Klik di sini kalo mau tau tentang gelang putih.

8 Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs):

:: penghapusan kemiskinan
:: pendidikan untuk semua
:: persamaan gender
:: perlawanan terhadap penyakit
:: penurunan angka kematian anak
:: peningkatan kesehatan ibu
:: pelestarian lingkungan hidup
:: kerjasama global


baca lebih lengkap
>>

Siapa Sih Gelang Putih?

Bagian 3: History (Pertemuan Ragunan, 8 - 10 desember 2005)

Pada awalnya adalah kegelisahan dan kegemasan beberapa partisipan untuk segera melakukan percepatan pembentukan gelangputih sebagai suatu komunitas yang solid, terintegrasi dan terkoordinasi – tidak hanya sekadar menjadi “jago kandang” di milis. Bergeraknya roda percepatan ini muncul dari gagalnya pertemuan pra-rencana Halal biHalal gelangputih di TIM yang hanya dihadiri oleh 2 orang member saja.

Dari agenda ini kemudian muncul pemikiran untuk melakukan percepatan sosialisasi komunitas gelangputih. Yang pada awalnya, hanya akan menjaring partisipan dari wilayah Depok dan sekitarnya (dengan pertimbangan kemudahan jangkauan dan jumlah partisipan), kemudian idea ini ditanggapi positif oleh mBak Nur Amalia dan kawan-kawan untuk dapat bergabung sekaligus memanfaatkan ruang dan waktu pada acara Pertemuan dan Kemah Rakyat, 8 – 10 Desember 2005 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta.

Memang, pada akhirnya harus ada “zat additive” untuk dapat memacu pencapaian ‘mimpi-mimpi’ kita.

So, here We are…

Hari ke 1 (Kamis, 8 Desember 2005)

Pertemuan ini difasilitasi oleh Indonesian People’s Forum (IPF).

Sesi pertama dibuka dengan perkenalan (copy darat), mengingat ini adalah kali pertama para anggota Gelangputih bertatap muka - yang sebelumnya hanya bisa berkomunikasi lewat milis. Kemudian dilanjutkan dengan cerita kegiatan-kegiatan Gelangputih di masing-masing wilayah. Jumlah peserta yang hadir dalam pertemuan nasional di Jakarta ini adalah 15 orang, meskipun berdasarkan register milis, jumlah nama anggota yang masuk milis berjumlah 159 orang.

GelangPutih Jakarta

Berdasarkan register di milis Gelangputih, member Jakarta berjumlah sekitar 100 orang. Namun demikian ketika diadakan pertemuan-pertemuan hanya segelintir orang saja yang datang.

Dipahami begitu sulitnya untuk dapat mengumpulkan dan mempertemukan member, mungkin disebabkan oleh karena tingkat mobilitas para member di Jakarta yang sangat tinggi, sehingga mereka lebih suka menulis/berbicara di milis daripada menghadiri pertemuan-pertemuan (sampai ada istilah 4L - lo lagi..... lo lagi.....).

Kegiatan yang pernah dilakukan adalah Sahur on d’Road yang diprakarsai oleh bung Marsif alMaidy dan mBak Nur Amalia.

Agenda ini dilakoni oleh mBak Nur, bung Marsif, bung Tile dan 3 orang pendukung yang adalah famili dari mBak Nur.

Sedianya setelah agenda itu, bergulir wacana untuk agenda ke 2, yaitu Silaturahim yang bahkan sempat di”impikan” menjadi event besar yang melibatkan gelangputih secara nasional.

Namun apa daya, wacana tinggal wacana… yang muncul pada pra-rencana pembahasan cuma 2 (baca: DUA) orang saja.

Dari titik inilah mulai bergulir kembali wacana bagaimana mengemas suatu kegiatan yang dapat menarik minat partisipan lain untuk bergabung. Tanpa harus berbentuk suatu kegiatan yang spektakuler, yang terpenting adalah tujuan sosialisasi keberadaan komunitas gelangputih di Jakarta pada khususnya dapat tercapai.

Urusan penjualan merchandise menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan partisipan.

Akhirnya, dengan bermodalkan tekad dan semangat yang cuma segitu-gitunya, Jakarta berhasil menggelar agenda terakhirnya berupa aksi simpatik dalam rangka Hari AIDs sedunia 1 Desember 2005 di stasiun KA Universitas Indonesia.

Aksi membagikan simpul pita merah dan sosialisasi komunitas gelangputih ini dimotori oleh bung Firman “peddock” dan lae Bambang Borisraikkonen.

Wal hatsil yang terlibat adalah 9 partisipan, yang sekaligus berhasil memecahkan rekorpertemuan gelangputih Jakarta yang 6 orang di Pizza Hut PIM 2 (…sampe segitunye ye…..).

GelangPutih Bandung

Member Gelangputih Bandung tercatat di milis sekitar 20 orang. Hampir sama dengan member di Jakarta, member Bandung juga lumayan susah untuk ketemuan dan sangat susah untuk mendekati kaum hedonis.

Aktivitas kegiatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman Bandung antara lain Sahur on The Road, Aksi Peringatan hari Aids 1 Desember 2005 dan lain lain.

Keseriusan teman-teman Bandung semakin bulat dengan jargon (jargon tingkat lokal) mereka Against Poverty, sehingga semangatnya untuk mengentaskan kemiskinan tidak ada masalah.

Teman-teman Bandung biasa berkumpul di Kafe Olala, salah satu tujuannya untuk menggugah hati para kaum hedonis yang biasa mangkal di kafe tersebut.

Gelangputih Jogjakarta

Sampai sekarang jumlah member di Jogjakarta sekitar 20 orang, kegiatan yang sudah dilakukan adalah sarasehan, aksi penutupan Tugu pada tanggal 5 Oktober 2005, diskusi mingguan, dan pameran. Gelangputih Jogjakarta berafiliasi dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL) / Indonesian Environmental Education Network yang akan bekerja sama untuk pembuatan modul pendidikan untuk orang miskin.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi tentang bagaimana Gelangputih ke depannya?

Banyak pertanyaan yang dilontarkan berkaitan dengan Gelangputih dan sangat sayang sekali apabila wadah yang berisikan kaum muda yang berani dan progresif ini hanya sekadar menjadi ajang menulis “banyak bicara di milis” tetapi tidak ada action nyata dari para member. Apalagi Komunitas Gelangputih ini mendapatkan dukungan dari NGO, terbukti mereka mau memfasilitasi pertemuan nasional Gelangputih.  

Berbeda dengan Gelangputih di Jogjakarta yang eksistensinya kadang dipertanyakan, bagaimana pergerakannya, idiologinya dll., karena mungkin ada kecemasan di masyarakat akan adanya gerakan komunis baru. Karena konotasinya, gerakan yang bergerak di bidang kemiskinan dianggap (cenderung) komunis.

Pertanyaan-pertanyaan lain yang dilontarkan adalah apa dansiapa Gelangputih, siapa yang bisa masuk Gelangputih, bagaimana bentuk Gelangputih?

Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut di atas, sedapat mungkin Gelangputih masuk pada semua lini, baik masyarakat miskin, maupun kaum hedonis, dari kalangan kaya sampai miskin, dari yang berpendidikan rendah sampai tinggi, dari yang mempunyai jabatan tinggi sampai rakyat jelata.

Banyak NGO yang mencoba mengajak selebritis untuk kampanye-kampanye, tetapi tetap saja belum tepat sasaran. Meski belum pasti dapat diketahui penyebabnya, apakah sistemnya, atau masyarakatnya yang sudah tidak mau peduli.

Dengan kasus seperti itu maka untuk ke depannya Gelangputih perlu pengorganisasian yang jelas, dan mungkin Gelangputih adalah komunitas yang fleksibel dan diperlukan platform yang jelas pula.

Break, makan malam………

Pada sesi ini muncul pertanyaan apakah Gelangputih akan bermain di 8 issue MDG’s atau hanya mengambil salah satu issue saja, atau beberapa yang dianggap lebih penting?

Kesepakatan yang diambil untuk gerakan Gelangputih adalah tetap pada 8 issue MGD’s, tetapi dapat juga dilakukan jika di daerah hanya mengambil salah satu atau beberapa point saja. Hal mana disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing, namun tetap pada komitmen yang telah disepakati.

Pada sesi ini pula disetujui bahwa bentuk komunitas sementara Gelangputih adalah sebuah jaringan, yang mempunyai satu orang komunikator tingkat nasional dan koordinator pada tingkat daerah.

Koordinator tingkat daerah berkedudukan sejajar dengan komunikator dan berhak untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan kebijakan daerah setempat, sepanjang tidak bertentangan dengan arah dan tujuan komunitas secara nasional.

Untuk selanjutnya kejelasan tentang Komunitas Gelangputih ditentukan pada saat kongres nasional. Selain itu, setiap kelompok daerah dibebaskan untuk mengurusi (mengelola) komunitasnya masing-masing dengan kata lain memiliki otoritas penuh terhadap daerahnya, boleh mempunyai AD/ART sendiri, bahkan badan hukum sendiri.

Perdebatan apakah idiologi Gelangputih?

Pada sesi ini terjadi kekhawatiran karena gerakan kemiskinan banyak diusung oleh kaum komunis sehingga harus ada bentuk yang jelas.

Antara lain re-difinisi Gelangputih, rencana strategis 1 atau 2 tahun ke depan dan platform, misi, visi dan struktur organisasi yang jelas.

Yang paling diutamakan adalah adanya sosialisasi terhadap semua lapisan masyarakat tentang identitas dan eksistensi Gelangputih.

Muncul pertanyaan pula bagaimana dengan adanya funding yang akan membiayai kegiatan Gelangputih?

Gelangputih bukan merupakan badan usaha yang profit oriented, maka untuk alur dana sebaiknya menggandeng organisasi yang mempunyai badan usaha.

Organisasi yang memungkinkan adalah Event Organizer (EO), ataupun organisasi-organisasi lain, tetapi keputusan apapun tetap pada Koordinator Daerah.

Saat ini memang sudah ada tawaran funding yang bersedia untuk membiayai kegiatan Gelangputih. Mekanisme pembiayaannya adalah dengan pendanaan pada merchandise yang akan diproduksi Gelangputih.

Hari ke 2 (Jumat, 9 Desember 2005)

Pada hari ini disepakati pendeklarasian Komunitas Gelangputih Indonesia.

PEMBAHASAN :

  • Landasan Deklarasi/latar belakang
  • Tujuan
  • Status
  • Jargon
  • Arah Gerakan

Landasan Deklarasi/latar belakang :

  • Mendukung Pencapaian MDG’s “ Mutlak 2015”
  • Momentum 10 Desember adalah Whiteband Day 3
  • Penyatuan Visi, Misi Komunitas Gelangputih Indonesia
  • Aksi nyata tidak sekedar di milis saja

T u j u a n :

Melakukan kontrol sosial pelaksanaan MDG’s di Indonesia (yang kemudian dibahas lagi dalam rapat sebelum pendeklarasian)

S t a t u s :

Independen

J a r g o n :

Jargon Gelangputih diambil dari filosofi gelang itu sendiri.

Gelang - berbentuk bulat dimaknai menyeluruh dan berkesinambungan (kontinyu, terus-menerus, tidak putus).

Dalam melakukan gerakan/aktivitasnya Komunitas Gelangputih tidak berpegang pada suatu target waktu tertentu (mis. MDG’s yang memiliki batas Mutlak tahun 2015), namun komunitas ini harus tetap melakukan aktivitasnya selama kemiskinan dan pemiskinan masih berlangsung dan terjadi di bumi Indonesia.

Putih - sendiri dimaknai sebagai ketulusan, kesucian, netral/tidak membeda-bedakan.

Bahwa bersatunya seluruh member gelangputih didasarkan pada ketulusan hati, sukarela, tanpa adanya paksaan, dan tidak membeda-bedakan.

Akhirnya didapatkan Jargon Komunitas Gelangputih Indonesia

“Tulus, Menyeluruh dan Berkesinambungan”

Arah gerakan:

Terjadi perdebatan juga ketika akan menentukan arah gerakan (karena Komunitas Gelangputih ini ternyata terdiri dari kumpulan orang-orang yang cukup kritis).

Setelah terjadi perdebatan yang cukup lama, benang merah permasalahan akhirnya diketemukan juga, yaitu pada tujuan MDG’s. Karena pada dasarnya forum menyadari untuk tidak terjebak dalam konotasi “agen MDG’s” di mata khalayak, sehingga pada gilirannya akan menyulitkan dan membatasi aktivitas Komunitas Gelangputih itu sendiri.

Oleh karena itu, arah gerakan Gelangputih lebih ditujukan pada pemberdayaan produktivitas masyarakat dengan melakukan aksi-aksi nyata guna mengentaskan kemiskinan.

Pada sesi ini masih banyak perdebatan, mengenai tujuan gerakan Komunitas Gelangputih yang menyatakan sebagai kontrol sosial.

Beberapa usulan :

  • Tidak hanya sebagi kontrol saja tetapi juga melakukan kajian, penelitian tentang keadaan-keadaan tindak pemiskinan.
  • Penyeimbang laporan pemerintah kepada PBB (melaporkan realitas yang ada di masyarakat, tidak seperti sekarang, laporan pemerintah yang hanya melaporkan keadaan yang fiktif saja, serta menyadarkan masyarakat akan adanya tindak pemiskinan)
  • Membangun opini publik bahwa di Indonesia ada program MDG’s.

Pertemuan dihadiri Oleh :

Yogya : jeng Peni, dik Maulin, mBak Indri, mas Untung, ust. Uddin, mas Syarief dan mas Bayu.

Bdg : kang Rynal dan ceu Intan

Jkt : lae Borisraikkonen, bang Firman “peddock”, bung Agoez “Tile”, bang Dewa, bang Hery “selebritis”, dik Enggar, bung Adhi Rachdian, mBak Nur Amalia, dan Endi.

Supporting group :

bang Poltak, kang Hary Puruhito, bung Indra Qonyek, bung Yudha Mahesa, mBak Avi Mahaningtyas, bung Haykal, bung Ronnie Iskandar, Margareth, Raymoon, bro Firman Herzal, bung Ferdy Ferdian, Asyima, mas Tejo dan bung Chandi Conrad.

(seperti biasa, supporting group ini adalah partisipan yang memberikan dukungan penuh baik ikut hadir, melalui telpon maupun sms pada saat event berlangsung)

 

 

Bagian 1: Internasional >>

Bagian 2: Gerakan di Indonesia >>
Bagian 4: Detik - detik deklarasi >>